Home Page

Banner Web

Berita

January 27, 2023

Closing Announcement

KITLV-Jakarta dan Leiden in Indonesia tutup pada hari ini Jumat, 27 Januari 2023. Kembali dibuka pada Senin, 30 Januari 2023.
Read More
December 31, 2022

Selamat Tahun Baru 2023

Kami segenap keluarga KITLV-Jakarta mengucapkan Selamat Tahun Baru 2023. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan mendukung...
Read More
December 29, 2022

Terima Kasih

Di penghujung tahun ini, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan hibah buku dan publikasi lain yang...
Read More
1 13 14 15 16 17 42

Terbitan

Terbunuhnya Kapten Tack: Kemelut di Kartasura Abad XVII - MataBangsa

Dr. H.J. de Graaf, Terbunuhnya Kapten Tack: Kemelut di Kartasura Abad XVII. Penerjemah: Dick Hartoko. Yogyakarta: MataBangsa; KITLV-Jakarta, 2025, Edisi Revisi, xlii+233 hlm.

H.J. de Graaf, seorang sejarawan yang mengangkat banyak peristiwa perang Jawa. H.J. de Graaf, melalui penelitian kepustakaannya yang luas dan cermat, menempatkan peristiwa ini dengan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Melalui buku ini, ia mengangkat peristiwa tragis kematian Kapten François Tack pada tahun 1686 yang menggambarkan hubungan kompleks VOC dan kerajaan-kerajaan di Jawa.

Kapten Tack, seorang perwira VOC terlibat dalam berbagai ekspedisi militer untuk memperkuat dominasi Belanda di Nusantara, termasuk melawan Kesultanan Mataram. Rombongan Kapten Tack disergap gerombolan orang Bali di bawah pimpinan Surapati, tak jauh dari Istana Kartasura.

Read More

Terbitan

Empat Perubahan dalam Kehidupan Kami : Hindia hilang - Indonesia datang

Wim Wertheim, Hetty Wertheim-Gijse Weenink, Empat Perubahan dalam Kehidupan Kami: Hindia hilang – Indonesia datang. Penerjemah: Susi Moeimam dan Nurhayu Santoso. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia; KITLV-Jakarta, 2025, xxii+413 hlm.

Buku ini merupakan catatan harian kehidupan Wim Wertheim dan Hetty Wertheim Gijse-Weenink. Pengalaman dua pasangan ini berhubungan dengan Indonesia, yang dimulai ketika perpindahan mereka ke Sumatra Selatan yang saat itu masih bagian dari Hindia Belanda. Lalu, ketika Wim dan Hetty bersama anak-anaknya dipenjara semasa pendudukan Jepang. Juga kembalinya keluarga Wertheim ke Belanda terjadi sesudah Perang Dunia Kedua, dan Indonesia memasuki zaman Revolusi.

Read More

Translate »