Home Page

Banner Web

Berita

September 24, 2026

KITLV-Jakarta and National Library of Indonesia Strengthen Cooperation on Digitizing Pustaha Batak Manuscripts

The team of KITLV-Jakarta visited the National Library of Indonesia (Perpusnas) to discuss ongoing project to digitize hundreds of Pustaha...
Read More
September 24, 2026

KITLV-Jakarta in Yogyakarta: Zines and Indonesia Digital Library Conference

Early August 2026 brought KITLV-Jakarta team back to Yogyakarta. Far from a simple stopover, the acquisition trip from 3 to...
Read More
September 24, 2026

Cablaka Spirit and Local Books: Travel Notes in Purwokerto and Banyumas

In July, the KITLV-Jakarta team conducted an acquisition visit to Purwokerto and Banyumas. The region is not only charming with...
Read More
1 2 3 … 43

Terbitan

Terbunuhnya Kapten Tack: Kemelut di Kartasura Abad XVII - MataBangsa

Dr. H.J. de Graaf, Terbunuhnya Kapten Tack: Kemelut di Kartasura Abad XVII. Penerjemah: Dick Hartoko. Yogyakarta: MataBangsa; KITLV-Jakarta, 2025, Edisi Revisi, xlii+233 hlm.

H.J. de Graaf, seorang sejarawan yang mengangkat banyak peristiwa perang Jawa. H.J. de Graaf, melalui penelitian kepustakaannya yang luas dan cermat, menempatkan peristiwa ini dengan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Melalui buku ini, ia mengangkat peristiwa tragis kematian Kapten François Tack pada tahun 1686 yang menggambarkan hubungan kompleks VOC dan kerajaan-kerajaan di Jawa.

Kapten Tack, seorang perwira VOC terlibat dalam berbagai ekspedisi militer untuk memperkuat dominasi Belanda di Nusantara, termasuk melawan Kesultanan Mataram. Rombongan Kapten Tack disergap gerombolan orang Bali di bawah pimpinan Surapati, tak jauh dari Istana Kartasura.

Read More

Terbitan

Empat Perubahan dalam Kehidupan Kami : Hindia hilang - Indonesia datang

Wim Wertheim, Hetty Wertheim-Gijse Weenink, Empat Perubahan dalam Kehidupan Kami: Hindia hilang – Indonesia datang. Penerjemah: Susi Moeimam dan Nurhayu Santoso. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia; KITLV-Jakarta, 2025, xxii+413 hlm.

Buku ini merupakan catatan harian kehidupan Wim Wertheim dan Hetty Wertheim Gijse-Weenink. Pengalaman dua pasangan ini berhubungan dengan Indonesia, yang dimulai ketika perpindahan mereka ke Sumatra Selatan yang saat itu masih bagian dari Hindia Belanda. Lalu, ketika Wim dan Hetty bersama anak-anaknya dipenjara semasa pendudukan Jepang. Juga kembalinya keluarga Wertheim ke Belanda terjadi sesudah Perang Dunia Kedua, dan Indonesia memasuki zaman Revolusi.

Read More

Translate »