Home Page

Banner Web

Berita

December 25, 2021

Selamat Hari Natal 2021.

Segenap Keluarga Besar KITLV-Jakarta mengucapkan Selamat Hari Natal 2021. Semoga damai Natal memberikan ketenteraman dan kebahagiaan dalam hidup. Selamat berkumpul...
Read More
October 25, 2021

Simposium ‘Forgotten, hidden, or difficult to access? Meanings and uses of Indonesian Manuscript and Audiovisual Heritage Collections’.

Simposium ini digelar dalam rangka proyek katalogisasi mikrofilm naskah Surakarta, yang baru tuntas. Mikrofilm ini merupakan bagian dari KITLV dan...
Read More
October 15, 2021

Leiden University Libraries Webinar Series: Using the Indonesian Collections : “Taking care of Manuscripts: Conservation practices in the Leiden University Libraries’’

Manuskrip akan menjadi sumber tak ternilai telah menjadi saksi sejarah. Fisik manuskrip merupakan kekayaan budaya benda sementara isi yang ada...
Read More
1 23 24 25 26 27 41

Terbitan

Terbunuhnya Kapten Tack: Kemelut di Kartasura Abad XVII - MataBangsa

Dr. H.J. de Graaf, Terbunuhnya Kapten Tack: Kemelut di Kartasura Abad XVII. Penerjemah: Dick Hartoko. Yogyakarta: MataBangsa; KITLV-Jakarta, 2025, Edisi Revisi, xlii+233 hlm.

H.J. de Graaf, seorang sejarawan yang mengangkat banyak peristiwa perang Jawa. H.J. de Graaf, melalui penelitian kepustakaannya yang luas dan cermat, menempatkan peristiwa ini dengan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Melalui buku ini, ia mengangkat peristiwa tragis kematian Kapten François Tack pada tahun 1686 yang menggambarkan hubungan kompleks VOC dan kerajaan-kerajaan di Jawa.

Kapten Tack, seorang perwira VOC terlibat dalam berbagai ekspedisi militer untuk memperkuat dominasi Belanda di Nusantara, termasuk melawan Kesultanan Mataram. Rombongan Kapten Tack disergap gerombolan orang Bali di bawah pimpinan Surapati, tak jauh dari Istana Kartasura.

Read More

Terbitan

Empat Perubahan dalam Kehidupan Kami : Hindia hilang - Indonesia datang

Wim Wertheim, Hetty Wertheim-Gijse Weenink, Empat Perubahan dalam Kehidupan Kami: Hindia hilang – Indonesia datang. Penerjemah: Susi Moeimam dan Nurhayu Santoso. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia; KITLV-Jakarta, 2025, xxii+413 hlm.

Buku ini merupakan catatan harian kehidupan Wim Wertheim dan Hetty Wertheim Gijse-Weenink. Pengalaman dua pasangan ini berhubungan dengan Indonesia, yang dimulai ketika perpindahan mereka ke Sumatra Selatan yang saat itu masih bagian dari Hindia Belanda. Lalu, ketika Wim dan Hetty bersama anak-anaknya dipenjara semasa pendudukan Jepang. Juga kembalinya keluarga Wertheim ke Belanda terjadi sesudah Perang Dunia Kedua, dan Indonesia memasuki zaman Revolusi.

Read More

Translate »