Home Page

Banner Web

Berita

August 17, 2021

Dirgahayu Indonesia ke-76

"Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan" (Ir. Soekarno, 1949) Dirgahayu Indonesia ke-76 Jayalah selalu, Merdeka!!
Read More
August 10, 2021

Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1443 H.

Seluruh Staf KITLV-Jakarta mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1443 H. Semoga tahun ini dan ke depannya kita semua...
Read More
July 20, 2021

Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M.

Seluruh Staf KITLV-Jakarta/Leiden Office in Indonesia mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M. Semoga di hari raya...
Read More
1 24 25 26 27 28 41

Terbitan

Terbunuhnya Kapten Tack: Kemelut di Kartasura Abad XVII - MataBangsa

Dr. H.J. de Graaf, Terbunuhnya Kapten Tack: Kemelut di Kartasura Abad XVII. Penerjemah: Dick Hartoko. Yogyakarta: MataBangsa; KITLV-Jakarta, 2025, Edisi Revisi, xlii+233 hlm.

H.J. de Graaf, seorang sejarawan yang mengangkat banyak peristiwa perang Jawa. H.J. de Graaf, melalui penelitian kepustakaannya yang luas dan cermat, menempatkan peristiwa ini dengan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Melalui buku ini, ia mengangkat peristiwa tragis kematian Kapten François Tack pada tahun 1686 yang menggambarkan hubungan kompleks VOC dan kerajaan-kerajaan di Jawa.

Kapten Tack, seorang perwira VOC terlibat dalam berbagai ekspedisi militer untuk memperkuat dominasi Belanda di Nusantara, termasuk melawan Kesultanan Mataram. Rombongan Kapten Tack disergap gerombolan orang Bali di bawah pimpinan Surapati, tak jauh dari Istana Kartasura.

Read More

Terbitan

Empat Perubahan dalam Kehidupan Kami : Hindia hilang - Indonesia datang

Wim Wertheim, Hetty Wertheim-Gijse Weenink, Empat Perubahan dalam Kehidupan Kami: Hindia hilang – Indonesia datang. Penerjemah: Susi Moeimam dan Nurhayu Santoso. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia; KITLV-Jakarta, 2025, xxii+413 hlm.

Buku ini merupakan catatan harian kehidupan Wim Wertheim dan Hetty Wertheim Gijse-Weenink. Pengalaman dua pasangan ini berhubungan dengan Indonesia, yang dimulai ketika perpindahan mereka ke Sumatra Selatan yang saat itu masih bagian dari Hindia Belanda. Lalu, ketika Wim dan Hetty bersama anak-anaknya dipenjara semasa pendudukan Jepang. Juga kembalinya keluarga Wertheim ke Belanda terjadi sesudah Perang Dunia Kedua, dan Indonesia memasuki zaman Revolusi.

Read More

Translate »